Agar Terhindar dari Pernikahan yang Toxic

Harga aslinya adalah: Rp20.000.Harga saat ini adalah: Rp5.000.

Kita semua tentu ingin bahagia, salah satu caranya dengan menikah. Sayangnya, kasus perceraian di Indonesia justru meningkat pesat. Perceraian pada tahun 2021 mencapai 447.743 kasus. Ini meningkat 53,50% daripada tahun sebelumnya yaitu 291.667 kasus. Paling banyak adalah istri yang menggugat cerai suami yaitu sebanyak 75,34%.  Penyebab perceraian tersebut paling banyak adalah karena adanya perselisihan dan pertengkaran secara terus-menerus.

 

Bagaimana dengan orang yang tetap mempertahankan pernikahannya? Apakah semuanya bahagia? Ternyata juga tidak. Ada banyak pasangan yang sudah menikah tapi tidak bahagia. Berkali-kali bertengkar dan suami mengucapkan cerai, tapi tidak berpisah juga banyak terjadi. Terjebak pada hubungan suami istri yang tidak nyaman, saling benci, hingga muncul toxic relationship. Pernikahan dipertahankan dengan alasan “demi anak-anak” juga sering kita temukan. Semua terjadi karena kurangnya ilmu dalam menjalankan bahtera rumah tangga.

 

Hal ini tentu membuat kita sangat prihatin. Pernikahan adalah salah satu ibadah yang pahalanya besar. Setiap orang tentu ingin bahagia, dan salah satu cara meraih kebahagiaan adalah dengan menikah. Lantas, bagaimana caranya agar tidak mendapatkan pasangan yang toxic? Jika sudah terlanjur menikah, bagaimana agar pasangan kita tidak  toxic?

 

Mari ikuti !

Seri Keluarga Samara

Agar Terhindar dari Pernikahan yang Toxic

Bersama Ust. Farid Ma’ruf (Founder Komunitas Baiti Jannati).

 

Materi ini cocok untuk Anda :

  1. Pemuda/pemudi yang belum menikah. Agar Anda bisa mendapatkan pasangan yang baik, bukan pasangan yang toxic.
  2. Pasangan yang sudah menikah, dengan harapan Anda bisa mengkondisikan agar pernikahan tidak menjadi toxic.
Category

Deskripsi

Kita semua tentu ingin bahagia, salah satu caranya dengan menikah. Sayangnya, kasus perceraian di Indonesia justru meningkat pesat. Perceraian pada tahun 2021 mencapai 447.743 kasus. Ini meningkat 53,50% daripada tahun sebelumnya yaitu 291.667 kasus. Paling banyak adalah istri yang menggugat cerai suami yaitu sebanyak 75,34%.  Penyebab perceraian tersebut paling banyak adalah karena adanya perselisihan dan pertengkaran secara terus-menerus.

 

Bagaimana dengan orang yang tetap mempertahankan pernikahannya? Apakah semuanya bahagia? Ternyata juga tidak. Ada banyak pasangan yang sudah menikah tapi tidak bahagia. Berkali-kali bertengkar dan suami mengucapkan cerai, tapi tidak berpisah juga banyak terjadi. Terjebak pada hubungan suami istri yang tidak nyaman, saling benci, hingga muncul toxic relationship. Pernikahan dipertahankan dengan alasan “demi anak-anak” juga sering kita temukan. Semua terjadi karena kurangnya ilmu dalam menjalankan bahtera rumah tangga.

 

Hal ini tentu membuat kita sangat prihatin. Pernikahan adalah salah satu ibadah yang pahalanya besar. Setiap orang tentu ingin bahagia, dan salah satu cara meraih kebahagiaan adalah dengan menikah. Lantas, bagaimana caranya agar tidak mendapatkan pasangan yang toxic? Jika sudah terlanjur menikah, bagaimana agar pasangan kita tidak  toxic?

 

Mari ikuti !

Seri Keluarga Samara

Agar Terhindar dari Pernikahan yang Toxic

Bersama Ust. Farid Ma’ruf (Founder Komunitas Baiti Jannati).

 

Materi ini cocok untuk Anda :

  1. Pemuda/pemudi yang belum menikah. Agar Anda bisa mendapatkan pasangan yang baik, bukan pasangan yang toxic.
  2. Pasangan yang sudah menikah, dengan harapan Anda bisa mengkondisikan agar pernikahan tidak menjadi toxic.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Agar Terhindar dari Pernikahan yang Toxic”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page